Warga Teluk Gong Melahirkan Di Kontrakan, Bayinya Meninggal, Masuk RS, KTP Daerah Dan Tidak Punya BPJS

Agus Suami Towiyah, Saat Menunjukan Surat Pulang Dan Bebas Biaya
Agus Suami Towiyah, Saat Menunjukan Surat Pulang Dan Bebas Biaya

rekanindonesia.org. Jakarta- Towiyah (32), warga Teluk Gong, Jakut ini harus rela kehilangan bayi yang dilahirkannya karena terjerat tali pusar saat melahirkan tanpa pertolongan tenaga kesehatan di rumah kontrakannya, selasa 2 November 2021 pada pukul 08.00 Wib.

Hal ini baru diketahui warga 20 menit setelah, Towiyah melahirkan bayinya di rumah kontrakannya diwilayah Kapuk, Jakbar. Warga lalu segera menghubungi bidan terdekat agar bisa membantu persalinan Towiyah.

Pukul 09.00 Wib, bidan datang ke rumah kontrakan Towiyah, dan melihat bayi yang dilahirkan sudah dalam keadaan meninggal dunia tetapi ari-ari masih didalam perut dan bidan membantu mengeluarkan ari-ari yg ada di dalam perut.

Setelah berhasil dikeluarkan ari-ari dalam perut Towiyah, bidan lalu membawa owiyah ke RS Duta Indah agar dapat pertolongan lanjutan karena terjadi pendarahan.

Di RS Duta Indah, Towiyah segera ditangani, namun karena kondisinya lemah, towiyah jatuh pingsan sehingga harus dimasukan ke ICU.

Jam 14.10 Wib, Keluarga pasien dipanggil dan keluarlah tagihan karena pasien masuk sebagai pasien umum dari pihak RS menginformasikan bahwa BPJS nya tidak dapat digunakan karena sudah lewat dari batas regulasi 3×24 jam, untuk itu suami pasien membayar tagihan tsb sebagai DP sebesar 5jt dari total 25 jt agar istri dapat penanganan lebih lanjut.

Agus, Suami Towiyah yang bekerja sebagai pekerja bangunan kebingungan untuk mendapatkan uang sebanyak itu, uang 5 juta yang untuk DP pun ia dapat dari hasil berhutang sana sini. ditengah kebingungan tersebut, dari tetangga Agus mendapat infromasi agar menghubungi Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, dan meminta bantuan atas masalah yang dihadapi oleh Agus.

Dari tetangganya Agus mendapat nomor Vingga, Rekan Indonesia Jakbar. Oleh Vingga lalu diteruskan ke Rekan Indonesia Jakut, karena Towiyah istri Agus berdomisili Teluk Gong, Jakut. Pendampingan terhadap Towiyah langsung ditangani oleh Nurul Fitria Sari, Ketua Rekan Indonesia Jakut.

“Setelah kami perdalam kasusnya ternyata Towiyah banyak kendalanya” cerita Nurul kepada rekanindonesia.org.

Menurut Nurul, Towiyah ber KTP Cilacap dan peserta KIS PBI Cilacap dalam status non aktif, sehingga harus terlebih dahulu dipindahkan menjadi KTP DKI karena sudah tinggal 6 tahun di DKI.

“Setelah kami urus kepindahan KTPnya menjadi KTP DKI dan BPJS PBInya menjadi BPJS PBI DKI dalam status aktif, ternyata ada kendala lain yaitu masa regulasi 3×24 jam untuk membuktikan kepesertaan BPJS-nya sudah terlewati sehingga tidak bisa dijamin oleh BPJS” papar Nurul.

Akhirnya oleh Nurul dan tim advokasi Rekan Indonesia Jakut, Towiyah dimasukan ke dalam skema bantuan baznas DKI. Selain itu Towiyah juga mendapatkan bantuan sebesar Rp 10 juta dari walikota Jakut untuk membayar biaya pengobatannya yang langsung ditransfer ke rekening RS Duta Indah lewat kesbangpol Jakut.

“Alhamdulillah, pak Walikota Jakut melalui kesbangpol Jakut mau membantu, ditambah lagi dari baznas DKI sehingga persoalan biaya bisa terselesaikan” ujar Nurul.

Akhirnya, tanggal 9 November 2021, Towiyah dinyatakan sudah sehat dan diperbolehkan pulang.

Sementara itu, Martha Tiana Hermawan, ketua Rekan Indonesia DKI Jakarta mengucapkan terima atas bantuan banyak pihak hingga problem kesehatan terhadap warga atas nama Towiyah ini bisa terselesaikan. Kasus Towiyah adalah wujud nyata kalau DKI Jakarta adalah Kota Kolaborasi.

“Terima kasih tak terhingga untuk Dinkes DKI, Walikota Jakut, Kesbangpol Jakut, dan kader/anggota Rekan Indonesia yang telah membantu persoalan Towiyah di RS. Juga tak lupa terima kasih kepada RS Duta Indah yang sudah melayani dengan baik tanpa harus meributkan terlebih dahulu biaya diawal saat pertama masuk, hingga Towiyah bisa tertangani pada saat kritis di ICU” kata Tian panggilan akrab ketua Rekan Indonesia DKI

 

Be the first to comment on "Warga Teluk Gong Melahirkan Di Kontrakan, Bayinya Meninggal, Masuk RS, KTP Daerah Dan Tidak Punya BPJS"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


X