Suka Duka Tim Advokasi Rekan Indonesia.

Apa sih yang paling rumit kendala yang dihadapi kader Rekan Indonesia ketika mengadvokasi warga yang mengalami kesulitan di RS ?

Ketiadaan kamar rawat inap yang penuh ? Alhamdulillah selama ini bisa diatasi dengan syarat rujukan sesuai prosedur rujuk berjenjang. Ketiadaan ruang perawatan khusus ? Alhamdulillah meski butuh waktu yang panjang namun bisa teratasi dengan koordinasi yang solid dengan RS.

Atau Obat yang disuruh beli oleh RS ? Alhamdulillah selama keluarga pasien belum terlanjur membeli bisa diatasi.

Persoalan jaminan biaya jika pasien tidak memiliki jaminan ? Alhamdulillah Rekan Indonesia punya metode untuk menyelesaikan kasus seperti ini.

Korban laka lantas kecelakaan tunggal ? Alhamdulillah sementara ini belum ada kendala dan bisa diatasi pembiayaannya.

Lalu apa ?

Kendala yang paling rumit dihadapi tim advokasi Rekan Indonesia adalah jika pasien harus transfusi darah dan ada kebutuhan untuk menyediakan beberapa kantong darah. Karena dalam khasus transfusi darah Stock darah belum tentu ada di bank darah RS dan PMI, ditambah untuk menyediakan kebutuhan darah tersebut perlu kesukarelawanan pendonor darah dan kami harus gerak cepat mencari pendonor darah. Dalam proses memenuhi kebutuhan darah tentunya harus berpacu dengan waktu karena pasien membutuhkan darah saat itu juga.

Hal ini yang di alami kader Rekan Indonesia DKI Jakarta saat mengadvokasi pasien transfusi darah atasnama Mirania Susanti, warga Kelurahan Rambutan Kecamatan Ciracas Jakarta Timur pada Selasa, 2 Juni 2020

Dalam laporannya Asep Firdaus Sekertaris KPW DKI Jakarta menyampaikan kronologi pasien transfusi darah tersebut.

Situasi kondisi pasien saat ini sedang dilakukan tindakan operasi cecar di RS Restu Kasih dan pasien mengalami pendarahan hebat sehingga membutuhkan darah golongan A secepatnya.

Tim advokasi segera berkoordinasi dengan BFL (Blood For Life) dan mengorganisir secara cepat kader dan anggota Rekan Indonesia yang golongan darahnya sama dengan yang dibutuhkan untuk selanjutnya dimobilisasi menuju PMI untuk diambil darahnya. Akhirnya upaya yang dilakukan Tim Advokasi membuahkan hasil, kini kebutuhan darah golongan A sudah didapatkan sesuai kebutuhan pasien.

Satu kantong darah golongan A untuk segera dilakukan transfusi ke pasien gawat (asf/dki)

Satu kantong darah golongan A untuk segera dilakukan transfusi ke pasien gawat (asf/dki)

Tim advokasi Rekan Indonesia baru bernafas lega jika warga yang butuh darah itu berasal dari struktur terendah Rekan Indonesia di tingkat RT yaitu Komunitas Warga Siaga (KWS).

Karena kami tinggal berkoordinasi dengan pengurus KWS untuk mengecek data golongan darah warga di KWS nya. Dan tinggal memintanya untuk bersedia mendonorkan darahnya dan biasanya berlangsung cepat. Di KWS ini bukan hanya golongan darah yang di data tapi juga warga yang sakit dari yang belum berobat sampai yang sedang berobat, dari yang berobat di klinik atau puskesmas sampai yang berobat di RSUD baik yang rawat jalan mau pun rawat inap.

Selain itu ada juga data warga yang sedang hamil dan kapan waktu melahirkannya. Sehingga jika sudah masuk masa melahirkan, tim sudah siap bersama keluarganya mengevakuasi ke Rumah Bersalin. Ada juga data ambulan siaga yaitu motor atau mobil warga yang rela digunakan 24 jam jika ada warga yang sakit dan akan melahirkan sehingga tidak pusing dengan kebutuhan ambulans pasien.

Be the first to comment on "Suka Duka Tim Advokasi Rekan Indonesia."

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


X