Rekan Indonesia: Lemahnya Rujukan RS di DKI Paling Sering Dikeluhkan Pasien

dinas kesehatan DKI
dinas kesehatan DKI

REKANINDONESIA.ORG. JAKARTA- Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) menyoroti sederet permasalahan pelayanan kesehatan yang masih menjadi pekerjaan rumah Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Ketua Rekan Indonesia DKI Jakarta Martha Tiana Hermawan alias Tian mengatakan, banyak masalah yang dikeluhkan warga  diantaranya lemahnya sistem rujukan rumah sakit, sosialisasi program komunitas warga siaga (KWS), sosialisasi Jaminan Kesehatan Jakarta (Jamkesjak), dan permasalahan kesehatan lainnya.

“Yang paling menonjol masalah sistem rujukan,” kata Tian dalam rapat koordinasi Rekan Indonesia DKI Jakarta dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta di ruang Auditorium Dinas Kesehatan DKI Jakarta .

Misalnya warga DKI Jakarta yang kesulitan untuk mendapatkan RS rujukan, atau rumah sakit yang kesulitan dalam menghubungi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) rumah sakit terujuk.

“Bahkan sering sekali keluarga pasien yang diarahkan untuk membantu mencari rujukan. Itu sudah melanggar UU Rumah Sakit,” kata Tian yang dikutip redaksi, Ssnin (7/6).

Tian juga menyampaikan terkait program Komunitas Warga Siaga (KWS), dimana program ini sangat tepat dalam era pandemi.

“KWS itu upaya membangun preventif dan promotif kesehatan berbasis partisipasi aktif warga, dibangun secara swadaya oleh warga untuk meningkatkan derajat kesehatan di lingkungan tempat tinggal warga,” kata Tian.

Tian menambahkan, selain memberikan edukasi terkait informasi kesehatan langsung kepada warga, KWS juga melakukan pendataan di RT masing-masing, mulai dari mendata golongan darah, ibu hamil, warga yang sakit, sampai mendata kendaraan warga yang boleh digunakan untuk membawa warga ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Be the first to comment on "Rekan Indonesia: Lemahnya Rujukan RS di DKI Paling Sering Dikeluhkan Pasien"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


X